Pada perdagangan Jumat 14 Agustus 2009, indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), ditutup melemah 0,4 persen ke level 2.386,86.
HOME

Photobucket



PRODUK KAMI


Simpanan
Pinjaman

Services ...

TKK TEGALJAYA
SD TEGALJAYA
SMP TEGALJAYA
TKK ST. YUSUPKLUNGKUNGA
TKK ST. YUSUP BANGLI
RUMAH KHALWAT TEGALJAYA
PERCETAKAN CONDIDO
GOA MARIA AIR SANIH

Other things ...

Dokumentasi
Anggota
Peraturan
Agenda
Panitia Pendidikan
Melajah


Photobucket



Name :
Web URL :
Message :
:) :( :D :p :(( :)) :x




Add to Technorati Favorites
Rabu, 28 Mei 2008
Info dari Bank Indonesia
Perubahan Batas Maksimum Nilai Dana Yang Dapat Ditransfer Antarbank Penerbit ATM Melalui Mesin ATM


Pada tanggal 8 Mei 2008, Bank Indonesia menerbitkan ketentuan berupa perubahan batas maksimum nilai dana yang dapat ditransfer antarbank penerbit ATM melalui mesin ATM, dari semula Rp. 10.000.000,- per rekening dalam satu hari menjadi Rp. 25.000.000,- per rekening dalam satu hari. Perubahan tersebut dituangkan dalam Surat Edaran Bank Indonesia (SEBI) No. 10/20/DASP tanggal 8 Mei 2008. SEBI ini merupakan perubahan SEBI No. 7/60/DASP, dan mulai diberlakukan sejak tanggal penerbitan.

Tujuan disesuaikannya batas maksimum nilai dana yang dapat ditransfer antarbank penerbit ATM ini antara lain untuk mengakomodir kebutuhan masyarakat, karena batas yang ditetapkan sebelumnya, yakni Rp. 10.000.000,- per rekening per hari, dirasa terlalu kecil dan tidak lagi memadai. Inflasi, peningkatan kebutuhan transaksi khususnya pada hari libur, serta perkembangan kebutuhantransaksi transfer dana nasabah antarnegara, merupakan beberapa faktor yang mendorong dilakukannya penyesuaian tersebut. Diharapkan, penyesuaian batas maksimum tersebut dapat memperlancar transaksi perekonomian masyarakat. Perlu diingat bahwa batas maksimum tersebut hanya berlaku untuk transfer dana antarbank melalui mesin ATM, dan tidak berlaku untuk transfer dana intrabank atau lebih dikenal dengan pemindahbukuan atau overbooking, dan tidak berlaku pula untuk tranfser dana antarbank yang dilakukan dengan menggunakan sarana di luar kartu dan mesin ATM, seperti via kliring, RTGS, atau lainnya.

Untuk tetap melindungi nasabah, batas maksimum nilai dana yang dapat ditarik melalui mesin ATM tidak berubah, yakni Rp. 10.000.000,- per rekening per hari.

Sumber : http://www.bi.go.id
Rabu, 02 April 2008
LELAYU


Kopkar Kosayu Denpasar ikut berbela sungkawa atas berpulangnya :

Ibunda dari : Bapak E. Prijo Setiyono / Ibu Stefana Tri Raharsi
Hari ini : 3 April 2008

Semoga Arwah beliau diterima di sisi Bapa.
dan
Keluarga yang ditinggalkannya tetap Tabah.




Tegaljaya, 3 April 2008
KOPKAR KOSAYU DENPASAR


Kayitanus Mujiono
Ketua
Sabtu, 15 Maret 2008
Sistem Bunga Flat, Efektif, Fixed & Floating

Banyak orang yang tidak berkecimpung dalam bidang keuangan yang bingung membedakan sistem bunga flat dan efektif. Bahkan seringkali rancu mencampuradukkan dengan istilah fixed dan floating. Tulisan singkat ini semoga bisa membantu.

SISTEM BUNGA FLAT
Bunga Flat adalah sistem perhitungan suku bunga yang besarannya mengacu pada pokok hutang awal. Biasanya diterapkan untuk kredit barang konsumsi seperti handphone, home appliances, mobil atau kredit tanpa agunan (KTA). Dengan menggunakan sistem bunga flat ini maka porsi bunga dan pokok dalam angsuran bulanan akan tetap sama. Misalnya besarnya angsuran adalah satu juta rupiah dengan komposisi porsi pokok 750 ribu dan bunga 250 ribu. Maka, sejak angsuran pertama hingga terakhir porsinya akan tetap sama.

Untuk menghitung besarnya angsuran dengan menggunakan sistem bunga flat ini sebenarnya cukup sederhana, misalnya jika kita hendak membeli mobil seharga IDR 150 juta, maka:
a. harga mobil itu IDR 150 juta,
b. DP 20%, maka pokok hutang menjadi IDR 120 juta.
c. Ambil contoh saja bunganya 5% flat per tahun
d. tenor pinjaman tiga tahun

angsurannya per bulannya menjadi:
= (120 juta + (120 juta X 5% X 3))/36 bulan
= 138 juta / 36 bulan
= IDR 3.833.334

di dalam angsuran sebesar IDR 3.833.334 itu terdapat porsi pokok sebesar IDR 3.333.334 dan bunga sebesar IDR 500.000. Dengan demikian jika kita hendak melakukan early repayment atau pelunasan awal, tinggal dihitung saja, kita sudah berapa kali kita membayar angsuran dan dikalikan jumlah porsi pokok hutang itu.

SISTEM BUNGA EFEKTIF
Sistem bunga efektif adalah kebalikan dari sistem bunga flat, yaitu porsi bunga dihitung berdasarkan pokok hutang tersisa. Sehingga porsi bunga dan pokok dalam angsuran setiap bulan akan berbeda, meski besaran angsuran per bulannya tetap sama. Sistem bunga efektif ini biasanya diterapkan untuk pinjaman jangka panjang semisal KPR atau kredit investasi.

Dalam sistem bunga efektif ini, porsi bunga di masa-masa awal kredit akan sangat besar di salam angsuran perbulannya, sehingga pokok hutang akan sangat sedikit berkurang. Jika kita hendak melakukan pelunasan awal maka jumlah pokok hutang akan masih sangat besar meski kita merasa telah membayar angsuran yang jika ditotal jumlahnya cukup besar.

Jika dibandingkan kedua sistem bunga itu, maka masing-masing memiliki kelebihan dan kelemahan. Kelebihan sistem bunga flat adalah jika kita hendak melakukan pelunasan awal, maka porsi pokok hutang yang berkurang cukup sebanding dengan jumlah uang yang telah kita angsur. Namun kelemahannya, bunga itu cukup besar karena dihitung dari pokok hutang awal.

Sistem bunga efektif akan lebih berguna untuk pinjaman jangka panjang yang tidak buru-buru dilunasi di tengah jalan, karena jika kita membandingkan nominal bunga yang kita bayarkan, jauh lebih kecil dari sistem bunga flat.

Berdasarkan hitung-hitungan kasar saya, nominal yang dihasilkan perhitungan suku bunga flat kira-kira hampir dua kali suku bunga efektif; misalnya kredit dengan bunga 5% flat itu kira-kira sama dengan kredit 10% bunga efektif.

Dengan mengambil contoh kredit mobil di atas, maka sebenarnya besarnya angsuran sebesar IDR 3.833.334 itu jika menggunakan metode perhitungan bunga efektif, maka bunga yang dikenakan pada debitur itu sekitar 10%. Sedangkan jika kita menggunakan sistem efekti dengan tingkat suku bunga 5%, maka besarnya angsuran hanya IDR 3.596.508.

FIXED VS FLOATING
Sesuai dengan namanya, suku bunga fixed artinya suku bunga itu bersifat tetap selama periode tertentu atau bahkan selama masa kredit, sedangankan suku bunga floating, artinya bunga dapat berubah sewaktu-waktu tergantung kondisi pasar.

Jadi jika membandingkan maka flat ><> dan fixed ><>. Biasanya terdapat kombinasi, yaitu flat-fixed, artinya bunganya pakai sistem flat dan bersifat tetap selama masa kredit; dan efektif-floating, yaitu menggunakan sistem bunga efektif dan besaran bunga bisa berubah tergantung kondisi pasar finansial.

Label:

Jumat, 14 Maret 2008
Santo Yusup
Hari Raya St. Yusuf, suami Santa Perawan Maria

Hari ini Gereja mengajak kita untuk merayakan Santo Yusuf, Suami Maria. Lebih daripada seorang suami, Santo Yusuf adalah penjaga keluarga Nazaret. Karena itulah ia juga menjadi pelindung banyak tarekat Imam/Suster, termasuk Yayasan Kolese Santo Yusup. Memang Santo Yusuf tidak begitu banyak diceritakan dan juga tidak banyak dirayakan pestanya, dibandingkan dengan Bunda Maria; Seakan-akan ia hanya sebagai tokoh pelengkap saja dalam kisah kelahiran dan hidup Sang Juruselamat. Meskipun demikian, peranannya tetap perlu kita perhatikan.

Santo Yusuf adalah seorang pribadi yang mencintai dengan tulus. Baginya cinta bukanlah melulu soal perasaan suka atau tidak suka, melainkan suatu perbuatan kehendak untuk membahagiakan pasangan hidupnya. Ketika mendengar bahwa Maria mengandung, St. Yusuf tidak ingin mencemarkan nama baik nama isterinya di muka umum. Itu dilakukan karena ia tetap ingin membahagiakan isterinya, Maria. Dan keinginan ini pastilah lahir dari suatu cinta yang besar. Cinta yang menuntut pengorbanan. Pengorbanan ini pula yang ia berikan saat ia mendapat perintah dari Tuhan untuk tetap mengambil Maria menjadi isterinya dan menjadi ayah bagi anak yang akan dilahirkan kelak. Pengorbanan ini pula yang menguatkannya untuk melindungi sang ibu dan bayinya dari kejaran Herodes.

Cinta yang besar ini ia berikan dengan setia sampai akhir hidupnya. Sayang, St. Yusuf tak bisa melihat puteranya sampai dewasa. Tetapi, namanya tetap dikenal. Yesus disebut sebagai anak tukang kayu. Di sini juga tampak bagaimana Yusuf berusaha pula dengan setia untuk menjadi suami dan ayah yang baik bagi isteri dan anaknya. Ia berusaha memberikan pendidikan yang baik untuk anaknya. Bukankah buah itu tidak jauh dari pohonnya? Maka, sedikit banyak, kehadiran Yusuf sungguh ikut membina dan membentuk Yesus menjadi pribadi yang dikasihi Allah dan manusia (Luk. 2:52).

Maka, saudara-saudara, marilah kita merayakan Hari Raya St. Yusuf dengan penuh rasa syukur. Puji syukur karena kita memiliki teladan seorang suami, seorang ayah yang sangat penuh cinta, rela berkorban dengan setia, dan mendidik anak dengan baik. Dan marilah kita mengikuti teladannya, teladan Santo Yusuf, Sang penjaga keluarga Nazaret.
Tetap Bersemangat

Label:

Selasa, 04 Maret 2008
SELAMAT MENUNAIKAN BERATA PENYEPIAN
HARI RAYA NYEPI

Hari Raya Nyepi dirayakan setiap tahun Baru Caka (pergantian tahun Caka). Yaitu pada hari Tilem Kesanga (IX) yang merupakan hari pesucian Dewa-Dewa yang berada di pusat samudera yang membawa inti sarining air hidup (Tirtha Amertha Kamandalu). Untuk itu umat Hindu melakukan pemujaan suci terhadap Dewa-Dewa tersebut.

Tujuan utama Hari Raya Nyepi adalah memohon kehadapan Tuhan Yang Mahaesa, untuk menyucikan Bhuwana Alit (alam manusia) dan Bhuwana Agung (alam semesta). Rangkaian perayaan Hari Raya Nyepi adalah sebagai berikut :

1. Tawur (Pecaruan), Pengrupukan, dan Melasti.

Sehari sebelum Nyepi, yaitu pada “panglong ping 14 sasih kesanga” umat Hindu melaksanakan upacara Butha Yadnya di perempatan jalan dan lingkungan rumah masing-masing, dengan mengambil salahg satu dari jenis-jenis “Caru” menurut kemampuannya. Bhuta Yadnya itu masing-masing bernama; Panca Sata (kecil), Panca Sanak (sedang), dan Tawur Agung (besar).

Tawur atau pecaruan sendiri merupakan penyucian/pemarisudha Bhuta Kala, dan segala ‘leteh’ (kotor), semoga sirna semuanya.

Caru yang dilaksanakan di rumah masing-masing terdiri dari; nasi manca warna (lima warna) berjumlah 9 tanding/paket, lauk pauknya ayam brumbun (berwarna-warni) disertai tetabuhan arak/tuak. Bhuta Yadnya ini ditujukan kepada Sang Bhuta Raja, Bhuta Kala dan Bhatara Kala, dengan memohon supaya mereka tidak mengganggu umat.

Setalah mecaru dilanjutkan dengan upacara pengerupukan, yaitu : menyebar-nyebar nasi tawur, mengobori-obori rumah dan seluruh pekarangan, menyemburi rumah dan pekarangan dengan mesui, serta memukul benda-benda apa saja (biasanya kentongan) hingga bersuara ramai/gaduh. Tahapan ini dilakukan untuk mengusir Bhuta Kala dari lingkungan rumah, pekarangan, dan lingkungan sekitar.

Khusus di Bali, pada pengrupukan ini biasanya dimeriahkan dengan pawai ogoh-ogoh yang merupakan perwujudan Bhuta Kala yang diarak keliling lingkungan, dan kemudian dibakar. Tujuannya sama yaitu mengusir Bhuta Kala dari lingkungan sekitar.

Selanjutnya dilakukan Melasti yaitu menghanyutkan segala leteh (kotor) ke laut, serta menyucikan “pretima”. DIlakukan di laut, karena laut (segara) dianggap sebagai sumber Tirtha Amertha (Dewa Ruci, dan Pemuteran Mandaragiri). Selambat-lambatnya pada Tilem sore, pelelastian sudah selesai.

2. Nyepi

Keesoka harinya, yaitu pada “panglong ping 15″ (Tilem Kesanga), tibalah Hari Raya Nyepi. Pada hari ini dilakukan puasa/peberatan Nyepi yang disebut Catur Beratha Penyepian dan terdiri dari; amati geni (tiada berapi-api/tidak menggunakan dan atau menghidupkan api), amati karya (tidak bekerja), amati lelungan (tidak bepergian), dan amati lelanguan (tidak mendengarkan hiburan). Beratha ini dilakukan sejak sebelum matahari terbit.

Menurut umat Hindu, segala hal yang bersifat peralihan, selalu didahului dengan perlambang gelap. Misalnya seorang bayi yang akan beralih menjadi anak-anak (1 oton/6 bulan), lambang ini diwujudkan dengan ‘matekep guwungan’ (ditutup sangkat ayam). Wanita yang beralih dari masa kanak-kanak ke dewasa (Ngeraja Sewala), upacaranya didahului dengan ngekep (dipingit).

Demikianlah untuk masa baru, ditempuh secara baru lahir, yaitu benar-benar dimulai dengan suatu halaman baru yang putih bersih. Untuk memulai hidup dalam caka/tahun barupun, dasar ini dipergunakan, sehingga ada masa amati geni.

Yang lebih penting dari dari pada perlambang-perlambang lahir itu (amati geni), sesuai dengan Lontar Sundari Gama adalah memutihbersihkan hati sanubari, dan itu merupakan keharusan bagi umat Hindu.

Tiap orang berilmu (sang wruhing tatwa dnjana) melaksanakan; Bharata (pengekangan hawa nafsu), yoga ( menghubungkan jiwa dengan paramatma (Tuhan), tapa (latihan ketahanan menderita), dan samadhi (menunggal kepada Tuhan/Ida Sang Hyang Widhi), yang bertujuan kesucian lahir bathin).

Semua itu menjadi keharusan bagi umat Hindu, sehingga akan mempunyai kesiapan bathin untuk menghadapi setiap tantangan kehidupan di tahun yang baru. Kebiasaan merayakan Hari Raya dengan berfoya-foya, berjudi, mabuk-mabukan adalah sesuatu kebiasaan yang keliru dan mesti dirubah.

3. Ngembak Geni (Ngembak Api)

Terakhir dari perayaan Hari Raya Nyepi adalah hari Ngembak Geni yang jatuh pada tangal ping pisan (1) sasih kedasa (X). Pada hari Inilah tahun baru Caka tersebut dimulai. Umat Hindu bersilahturahmi dengan keluarga besar dan tetangga, saling maaf memaafkan (ksama), satu sama lain.

Dengan suasana baru, kehidupan baru akan dimulai dengan hati putih bersih. Jadi kalau tahun masehi berakhir tiap tanggal 31 Desember dan tahun barunya dimulai 1 Januari, maka tahun Caka berakhir pada panglong ping limolas (15) sasih kedasa (X), dan tahun barunya dimulai tanggal 1 sasih kedasa (X).


Label:

Sabtu, 01 Maret 2008
Usulan Ketua Yayasan Kosayu abang Denpasar
"Anggota Kopkar Kosayu Denpasar jika dimungkinkan dapat diasuransikan melalui dana sosial koperasi. Asuransi proteksi dan insiden merupakan pilihan terbaik. Walaupun besarannya mungkin perlu dikaji lebih jauh, namun dengan adanya proteksi, anggota yang harus opname di rumah sakit akan sangat terbantu dengan nominal sekecil apapun." Demikaian diungkapkan Ketua Yayasan Kolese Santo Yusup Cabang Denpasar dalam Rapat Kerja Guru dan Karyawan Yayasan Kosayu Denpasar, Jumat, 29 Pebruari 2008 di Rumah Khalwat Tegaljaya.

Pengurus Kopkar Kosayu Denpasar yang juga merupakan guru dan karyawan Yayasan Kosayu ikut hadir dalam pertemuan itu. Meskipun kehadiran dalam rapat itu tidak berkapasitas sebagai Pengurus namun pernyataan itu ditujukan kepada Pengurus Kopkar Kosayu yang hadir di sana.

Menyimak pernyataan itu kita mesti menyambut baik apapun usulan dan saran yang konstruktif apalagi yang berorientasi pada kesejahteraan anggota. Namun demikian sebagai pengurus harus mempertimbangkan benar-benar sejauh mana nilai manfaat dan mudaratnya tidak hanya dari segi kesejahteraan anggota (baca keuntungan anggota) tetapi juga dari sisi keberlanjutan yang didasari rasa keadilan bagi anggota termasuk juga kelangsungan koperasi itu sendiri.

"Panca Warsa Kencana" adalah salah satu bentuk bela rasa Kopkar Kosayu kepada anggota atas partisipasinya selama lima tahun menjadi anggota.

Selain Panca Warsa Kencana dana sosial kita diperuntukkan untuk sumbangan dan santunan suka - duka anggota sesuai dengan pola kebijakan yang ditetapkan dalam RAT.

Sumber dana dari dana sosial sebagian besar berasal dari distribusi Sisa Hasil Usaha sebesar 5%. Sementara sumber dana lain yang selama berasal dari penyisihan administrasi pinjaman anggota sebesar 0,5% dalam RAT XIII tahun Buku 2007 direkomendasikan untuk dihapuskan.

Tentu keadaan ini agak berat bagi kepengurusan tahun buku 2008 jika harus mengeluarkan premi asuransi yang dikeluarkan dari dana sosial yang ada. Namun demikian bukan hal yang tidak mungkin untuk diwujudkan mengingat dari jumlah anggota yang belum menerima "Panca Warsa Kencana" tinggal sedikit.

Untuk mewujudkan gagasan dari Ketua Yayasan Kosayu Denpasar, perlu terobosan baru yang dapat meningkatkan penerimaan dana sosial, sehingga dana sosial yang ada tidak habis karena hanya bersumber dari distribusi SHU saja.

Untuk mewujudkan hal yang sangat mulia dan luar biasa ini sangat diperlukan partisipasi dan usaha yang lebih dari kepengurusan, manajemen, dan anggota.

Semoga.
Sabtu, 23 Februari 2008
RAPAT PERDANA
KEPENGURUSAN BARU


Setelah lima hari secara resmi memangku jabatan kepengurusan periode 2008 - 2010, Pengurus dan Pengawas yang telah dilantik dalam RAT XIII Thun Buku 2007 melakukan pertemuan perdana di kantor Kopkar Kosayu.

Pertemuan Perdana ini dimaksudkan sebagai rapat koordinasi, guna menyelaraskan persepsi dan koordinasi tugas masing-masing jabatan (job discriptions).

Dari kedelapan kepengurusan; lima pengurus dan tiga pengawas, hanya dua orang yang merupakan muka baru, yaitu Ibu Fransina Rosalia samangun S.H., dan Ibu Cecilia Ni Nyoman Widyastuti, selebihnya adalah Pengurus dan Pengawas periode sebelumnya yang masih terpilih melalui mekanisme RAT.

Banyak masukan yang diperoleh dalam pertemuan ini. Temuan yang didapat dari hasil evaluasi dan masukan baik dari Pengurus, Pengawas , maupun manajemen merupakan modal yang sangat berharga dalam mengawali tanggung jawab besar amanat dari Rapat Anggota Tahunan.
Semoga.


Semangat Pagi.

Label: